Home » Uncategorized

Laporan Resmi ILC 2007

15 December 2007 72 views No Comment

Copy paste dari milist Linux-aktivis

Assalamu’alaikum wr wb
Sebelumnya kami mohon maaf atas keterlambatan penyampaian laporan ini.

KPLI Meeting yang diselenggarakan pada tanggal 18 November 2007 di
Auditorium Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia
(FTI UII) diikuti lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari 33
delegasi KPLI*).

KPLI Meeting diawali dengan pertemuan pendahuluan pada malam
sebelumnya untuk menampung berbagai usulan dan pertanyaan dari seluruh
peserta. Dari sekian banyak ide yang muncul, beberapa di antaranya
sebenarnya sudah terjawab dalam ILC 2006 di Surabaya. Kemudian ide-ide
tersebut disederhanakan untuk mempermudah dalam pembahasan esok
harinya.

Adapun keputusan ILC 2006 di Surabaya adalah:
1. Menetapkan Bapak Rusmanto sebagai utusan atau wakil dari seluruh
KPLI yang ada di seluruh Indonesia untuk kegiatan-kegiatan penting
yang bersifat non-profit dan terkait dengan FOSS (Free and Open Source
Software) sampai diputuskan penggantinya.
2. ILC yang ke-2 akan diselenggarakan (dalam tahap perencanaan) di
Bulan April 2007, sementara lokasi belum ditentukan.
3. Setiap anggota KPLI diharapkan aktif di milis
linux-aktivis@linux.or.id. Bukan sekedar terdaftar, setidaknya juga
mengikuti diskusi di dalamnya.
4. KPLI tetap dipertahankan dalam bentuk komunitas (Organisasi Tanpa
Bentuk, OTB). Sedangkan untuk kerapian dan aspek legalitas organisasi
dapat menggunakan Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) sebagai
rujukan dan bantuan hukum.
5. Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) setiap anggota KPLI di daerah
masing-masing serta kerjasama antar KPLI dalam bentuk resource
(program kerja, howto, dsb.) secara terpusat (di http://linux.or.id)
dan bantuan trainer (tenaga ahli atau praktisi).
6. KPLI diharapkan dapat berkontribusi dengan baik terhadap program
Inisiatif Free and Open Source Indonesia (IFOSI) yang digulirkan oleh
Depkominfo.

Dalam sesi awal pembahasan (sebelum istirahat), terjadi diskusi yang
panjang pada sebagian topik yang telah diagendakan. Sehingga beberapa
topik yang lain seolah terabaikan dalam pembahasan. Untuk menghemat
waktu, maka pembahasan dibagi menjadi 4 kelompok diskusi, yaitu:
1. Warnet
2. Migrasi
3. Bisnis dan Legalitas
4. Pendidikan

Dari pembahasan sesi sebelum dan setelah istirahat, dihasilkan
poin-poin sebagai berikut:
1. Peningkatan kerjasama yang saling menguntungkan antara KPLI dengan
warnet anggota AWALI. Misal: KPLI memberikan dukungan teknis terhadap
warnet; Warnet menyediakan tempat untuk kegiatan KPLI; Melakukan
pendataan warnet linux di masing-masing wilayah KPLI; Bersama-sama
membuat tutorial yang bersifat universal.
2. Menanamkan paradigma bahwa pengguna komputer non-GNU/Linux bukanlah
orang bodoh. Sehingga dapat memberikan semacam sugesti untuk
memudahkan beradaptasi pada sistem yang baru.
3. Agar diakui secara hukum sehingga memudahkan birokrasi dengan pihak
pemerintah, swasta, ataupun Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Untuk
legalitas, KPLI dapat membentuk badan hukum berbentuk perkumpulan
namun tidak secara terpusat
4. KPLI secara organisasi tidak berorientasi profit. Saat berbisnis,
dapat menggunakan atau mendirikan badan hukum lain seperti CV, PT,
dsb.
5. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berbasis open source
dari jenjang pendidikan tingkat SD, SMP, hingga SMA sedang dan selalu
diperbarui sehingga jika sewaktu-waktu diperlukan, siap untuk
dipublikasikan. Termasuk juga buku-buku penunjang yang masih dalam
proses di penerbitan.
6. Perlunya sertifikasi untuk pengajar open source. Ilustrasi: Seorang
mahasiswa yang belum_berhasil_lulus kuliah, dalam komunitas telah
diakui keilmuannya di bidang open source. Namun saat dia menjadi
instruktur untuk para guru di suatu sekolah, tentu wajar jika para
guru tersebut mempertanyakan kemampuannya.
7. Pembentukan planet Linux Indonesia (http://planet.linux.or.id) yang
akan menjadi agregator dari situs-situs KPLI.
8. ILC 2008 akan diselenggarakan di Bali.

Info tambahan dari seminar Open Business serta diskusi KPLI dengan
Depkominfo dan Ristek:
1. Badan Standardisasi Nasional (BSN) telah memutuskan bahwa Indonesia
mendukung OOXML menjadi standar pertukaran dokumen berdasarkan kajian
tim yang mereka bentuk. Beruntung keputusan tersebut berhasil
digagalkan namun tertahan pada keputusan bahwa Indonesia bersikap
pasif, tidak memberikan suara di forum internasional.
2. Saat ini tengah diperjuangkan agar ODF menjadi standar pertukaran
dokumen nasional.
3. Program IFOSI belum berhasil dilaksanakan karena masih mengalami
kendala untuk menghimpun berbagai instansi maupun komunitas ke dalam
satu forum besar.

Demikian yang dapat kami sampaikan.
Sekali lagi, kami mohon maaf atas keterlambatan penyampaian laporan ini.

Wassalamu’alaikum wr wb

*) KPLI: Kelompok Pengguna Linux Indonesia. Termasuk juga komunitas
lain yang menggunakan kernel yang sama.


regards,

agung

Baca Juga:

  • Tidak Ada Artikel Terkait

Cari artikel Lain :

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.

[+] kaskus emoticons